Penuh keceriaan! Siswa ABABE bertamu, bersalaman, dan Nikmati Ketupat Sayur
- 30 March 2026
- 18:38

Bebekan - 30 Maret 2026 bertepatan dengan 11 Syawal 1447 H menjadi hari yang penuh makna bagi semua murid di TPA–TC–KB–TK Aisyiyah Bustanul Athfal Bebekan. Setelah menjalani libur panjang Ramadhan dan Idul Fitri, 215 murid kembali ke sekolah dengan wajah ceria dan semangat baru sejak memasuki lingkungan sekolah. Kegiatan hari pertama diawali dengan Halal Bihalal sebagai upaya mempererat silaturahmi antar warga sekolah. Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana menanamkan nilai karakter Islami sejak usia dini dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami anak.
Ananda hadir mengenakan baju muslim bebas yang menambah suasana semakin berwarna, semarak, dan penuh keceriaan. Sejak pagi, anak-anak datang dengan penuh antusias, saling menyapa teman dan ustadzah yang telah lama tidak berjumpa. Suasana hangat terasa di setiap sudut sekolah. Senyum, tawa, dan sapaan hangat menciptakan kebersamaan yang penuh keakraban.

Kegiatan Halal Bihalal tidak hanya menjadi tradisi, tetapi juga bagian dari pembelajaran karakter. Semua murid diajak untuk saling memaafkan, bersalaman, serta menjaga hubungan baik dengan para ustadzah dan sesama teman. Para ustadzah membimbing murid masing-masing dengan sabar dan penuh kasih sayang agar mereka memahami makna kegiatan ini secara sederhana namun tetap bermakna.
Kepala sekolah, Massuniyah menyampaikan bahwa kegiatan Halal Bihalal ini bertujuan untuk mengenalkan kepada anak tentang makna dan tujuannya halal bihalal. Selain itu Halal Bihalal ini identik dengan silaturrahmi atau bertamu ke rumah orang lain. Dengan mengenalkan makna dan tujuan Halal Bihalal serta implementasi langsung bagaimana adab ketika kita bertemu dan menerima tamu, diharapkan anak bisa memahami betapa pentingnya kita bersilaturrahmi. Kemudian bisa menerapkan secara langsung adab ketika mereka bertamu ke rumah orang lain dan menerima tamu.

Dalam pelaksanaannya, anak-anak juga diajak mengucapkan “Taqabbalallahu minna wa minkum” sebagai bentuk doa agar amal ibadah kita dan orang lain diterima, sekaligus bentuk syukur dan permohonan agar Allah SWT menjadikan kita orang yang kembali fitri dan meraih kemenangan..
Momen haru terlihat ketika anak-anak mulai saling berjabat tangan. Dengan polos dan tulus, mereka mengucapkan “Mohon Maaf Lahir dan Bathin” kepada teman dan ustadzah. Kegiatan dilanjutkan dengan bertamu ke kelas lain secara bergantian. Murid-murid berjalan tertib dari satu kelas ke kelas lainnya layaknya bersilaturahmi ke rumah saudara dan tetangga.
Di setiap kelas, anak-anak kembali bersalaman, menyapa, dan berinteraksi dengan ramah. Tersedia pula hidangan sederhana berupa kue lebaran dan makanan ringan yang dinikmati bersama. Keceriaan semakin bertambah saat murid-murid menikmati ketupat sayur sebagai hidangan khas Lebaran. Mereka tampak gembira makan bersama sambil bercengkerama.

Sebagaimana dalam Al-Qur’an Surat An-Nur ayat 22 yang Artinya:
"Janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan (rezeki) di antara kamu bersumpah (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kerabat(-nya), orang-orang miskin, dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah. Hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu? Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.." (QS. An-Nur: 22)
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib, lancar, dan penuh keceriaan. Anak-anak mengikuti setiap arahan dengan baik dan penuh semangat. Kegiatan ini memberikan pengalaman bermakna bagi anak-anak, terutama dalam menanamkan nilai saling memaafkan, kebersamaan, kepedulian, dan sikap santun sejak dini. Hari pertama sekolah ini menjadi awal yang indah. Anak-anak tidak hanya kembali belajar, tetapi juga belajar menjadi pribadi yang berakhlak mulia dan gemar menebar kebaikan.
Penulis : Sa’diyah, S.Pd., M.Pd
Publikasi : Creative Team ABABE